Cadangan Pangan Aman dengan Lumbung Pangan

Telah diuraikan sebelumnya bahwa di tahun 2017 ini Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Boyolali mempunyai tiga  program yakni gerakan tanam cabai, pengembangan Desa Mandiri Pangan, dan yang terakhir yakni pengembangan Lumbung Pangan Pemerintah maupun Masyarakat. Pengembangan LPMD adalah program tahunan yang dilaksanakan setiap tahun dengan tujuan untuk memperkuat cadangan pangan Pemerintah Daerah dan Masyarakat. Target yang harus dicapai tahun ini adalah cadangan pangan hingga 150 ton. Sesuai dengan amanat Bupati bahwa untuk kedepannya di Kabupaten Boyolali diusahakan agar setiap desa mempunyai satu lumbung untuk cadangan pangan masyarakatnya.

Program LPMD ini setiap tahunnya terdiri dari tiga kegiatan, yakni:

  1. Pembangunan fisik gudang lumbung (2 Lumbung Pangan Masyarakat Desa) dari APBD 2 Kabupaten Boyolali. Syarat pembangunan fisik gudang lumbung antara lain lumbung tersebut aktif bergerak di bidang kegiatan lumbung yang bersifat penyediaan pangan utama yakni beras, gabah, dan jagung. Maksud dari kegiatan aktif adalah dalam hal managemen, administrasi, dan kegiatan kepengurusan lumbung. Selain itu lumbung harus mempunyai iron stock dan belum mempunyai gudang lumbung yang permanen.
  2. Penguatan modal lumbung berupa gabah. Tahun ini jumlah gabah mencapai 7000kg untuk penumbuhan 5 LPMD dengan syarat utama adalah LPMD tersebut sudah mempunyai embrio lumbung pangan itu sendiri.
  3. Kegiatan pelatihan dan kunjungan lapang kelompok LPMD Kabupaten Boyolali. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi sebuah motivasi bagi LPMD untuk lebih maju dan berkembang. Tahun ini rencananya LPMD Kabupaten Boyolali akan mengadakan kunjungan lapang ke Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Secara garis besar tujuan menumbuh kembangkan kelompok lumbung pangan adalah untuk meningkatkan pengelolaan cadangan pangan masyarakat dan pengembangan kelembagaan lumbung pangan secara berkelanjutan, memfasilitasi masyarakat dalam pengembangan cadangan pangan, meningkatkan volume stock cadangan pangan masyarakat dikelompok lumbung pangan untuk menjamin akses dan kecukupan pangan bagi anggotanya terutama yang mengalami paceklik dan rawan pangan, meningkatkan sumber pendapatan dari keluarga petani melalui usaha cadangan pangan yang berbasis lumbung pangan, meningkatkan kemampuan pengurus dan anggota kelompok dalam pengelolaan cadangan pangan masyarakat, meningkatkan fungsi kelembagaan cadangan pangan masyarakat dalam penyediaan pangan secara optimal dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *