Pembangunan Akses Pangan Melalui Kegiatan Padat Karya

Ketahanan pangan tidak hanya bergantung kepada ketersediaan pangan saja, tetapi juga akses dan penyerapan pangan. Akses pangan adalah kemampuan memiliki sumber daya, secara ekonomi maupun fisik untuk mendapatkan bahan pangan bernutrisi. Peningkatan ketersediaan pangan yang tersedia harus mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Pangan yang disediakan tersebut sesuai amanat UU Pangan harus sampai pada upaya pemenuhan kebutuhan pangan pada tingkat rumahtangga dan individu. Agar pangan yang disediakan mampu dikonsumsi oleh rumahtangga atau perseorangan maka diperlukan suatu analisis terkait dengan akses atau distribusi pangan. Akses pangan merupakan salah satu sub sistem ketahanan pangan yang menghubungkan antara ketersediaan pangan dengan konsumsi/ pemanfaatan pangan. Akses pangan baik secara langsung maupun tidak langsung karena akses pangan merupakan salah satu elemen penting dalam ketahanan pangan, faktor utama yang berpengaruh pada akses pangan adalah beragam, namun yang utama terkait dengan: a) Daya beli rumah tangga terhadap pangan, yang berarti variabel pendapatan dan harga pangan, 2) Produksi pangan yang akan mencerminkan aspek ketersediaan pangan, 3) Infrastruktur yang terkait dengan distribusi pangan terutama berupa sarana dan prasarana transportasi, yang memudahkan distribusi pangan dari satu wilayah ke wilayah lain baik dari satu pulau ke pulau lain maupun dari desa ke desa lain, serta 4) Perilaku konsumsi pangan.

Berbicara mengenai infrastruktur yang terkait dengan distribusi pangan, pada tahun 2017 ini Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Boyolali sebagai pelaksana kegiatan tingkat Kabupaten bersama Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah khususnya bidang Distribusi Pangan mempunyai kegiatan padat karya yang bertujuan menggerakkan masyarakat untuk bergotong-royong dengan sasaran utama adalah akses pangan. Kegiatan tersebut didampingi oleh penyuluh yang bertugas diwilayah tersebut. Sebagai imbalan masyarakat yang melaksanakan kegiatan padat karya adalah bahan pangan pokok yang umumnya berupa beras sebanyak 5kg untuk setiap individu dengan sasaran KK miskin. Tahun 2017 padat karya dilaksanakan di Desa Tegalgiri Kecamatan Nogosari yang membangun akses jalan dari desa menuju lahan persawahan dengan panjang kurang lebih 300m. Dinas Ketahanan Pangan Provinsi selain memberi imbalan berupa beras juga memberi stimulant berupa bahan material untuk pembangunan fisik. Biasanya bantuan tersebut kemudian disatukan dengan dana swadana dari masyarakat.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *