Kegiatan Pemantauan dan Keamanan Pangan

Menjelang Hari Raya Idul Fitri kebutuhan masyarakat terhadap makanan dan minuman semakin tinggi. Produsen makanan dan minuman (skala IRT sampai besar) berlomba memasarkan produknya. Kesadaran dan pengetahuan masyarakat (penjual dan pembeli) dalam memilih produk yang memenuhi persyaratan keamanan, mutu, gizi dan label pangan masih kurang. Untuk melindungi masyarakat dan menerapkan prinsip kehati-hatian terhadap kemungkinan peredaran produk hewani dan makanan-minuman yang tidak memenuhi syarat keamanan, mutu, gizi, dan label.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk

  1. Menjamin mutu makanan minuman dan produk hewani yang dijual aman dan layak dikonsumsi oleh masyarakat
  2. Melindungi masyarakat dari peredaran makanan minuman dan produk hewani yang tidak layak diperjualbelikan
  3. Memberikan penyuluhan secara berkesinambungan kepada pedagang makanan minuman dan produk hewani agar mematuhi peraturan perundang-undangan yang terkait.
  4. Memberikan sanksi berupa surat pernyataan, surat peringatan dan penyitaan produk makanan minuman dan produk hewani yang dinilai membahayakan.

Kegiatan ini di laksanakan pada tanggal 6 – 15 Juni 2017 pada pertokoan dan pasar tradisional di wilayah Kab. Boyolali

Pelaksana Kegiatan terdiri dari :

  • Dinas Ketahanan Pangan
  • Dinas Kesehatan
  • Dinas Perdagangan dan Perindustrian
  • Dinas Perikanan dan Peternakan
  • Satuan Polisi PP
  • Polres Boyolali

Hasil dari Pemantauan Keamanan Pangan di Pertokoan / Pasar Modern dari 39 toko yang di periksa, terdapat temuan sebanyak 265 item yang terdiri dari :

  • 23 item (6,86%) mendekati ED
  • 106 item (40%) sudah ED
  • 85 item (32,08%) cacat kemasan (penyok,berlubang)
  • 16 item (16,04%) rusak isinya
  • 32 item (12,08%) label produk tidak lengkap
  • Dari 39 toko yang diperiksa, terdapat 12 toko yang berskala nasional. 6 diantaranya kedapatan memajang produk yang sudah kadaluarsa (ED). Telah dilakukan penyitaan, pembinaan, dan peringatan oleh Tim
  • Terhadap produk yang ED dan rusak, telah dilakukan pemisahan, pembinaan, penyitaan secukupnya dan pemusnahan oleh Tim untuk memberikan efek jera agar tidak terulang di kemudian hari

Hasil Pemantauan Keamanan Pangan Produk Pangan Hewani yaitu :

  • Dari 116 pedagang Daging ayam yang diperiksa, 109 pedagang diketahui menjual daging ayam yang layak dikonsumsi. Sedangkan 7 orang pedagang menjual daging ayam yang dipotong tidak sempurna →aspek HALAL tidak terpenuhi.
  • Tidak diketemukan daging ayam tiren dan Daging ayam busuk.
  • Dari 35 pedagang daging sapi /kambing yang diperiksa, diketahui sebanyak 16 orang (45,71%) menjual daging yang layak (kering).  1 orang (2,86%) kedapatan menjual daging busuk. 4 orang (11,43%) menjual daging sapi basah dan 14 orang (40%) menjual daging sapi yang agak basah.
  • Untuk semua sampel pedagang yang diperiksa, komoditas telur dinyatakan layak konsumsi (100%)
  • Sebanyak 4 orang pedagang menjual saren (Darah) untuk dikonsumsi → dilakukan penyitaan, peringatan, dan pemusnahan oleh Tim
  • 1 orang pedagang daging babi yang los-nya tidak dipisah dengan pedagang daging yang lain sehingga dikhawatirkan terjadi kontaminasi. Disamping itu juga tidak terdapat papan informasi yang jelas, sehingga dikhawatirkan konsumen tidak mengetahui produk yang dibeli adalah daging babi.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *