Data dan Fakta Kondisi Pangan Kab. Boyolali

Indonesia sebagai negara agraris dengan jumlah penduduk yang besar dan memiliki sumberdaya daya alam dan sumber pangan yang beragam, maka Indonesia semestinya mampu memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri dan berdaulat.

Isu strategis tentang pangan dan menjadi Isu utama kementerian Pertanian terkait dengan tugas dan fungsi Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan, yaitu :

  1. Kedaulatan pangan
  2. Masih rendahnya produktivitas, nilai tambah, daya saing dan belum optimalnya pendayagunaan dan pengembangan sumber daya pertanian dalm rangka mendukung ketahanan pangan
  3. Adanya anomali iklim yang berpotensi menimbulkan serangan Organisme Pengganggu Tanaman/OPT dan perubahan pola tanam sehingga mempengaruhi produksi dan ketersediaan pangan
  4. Pentingnya kesadaran masyarakat akan mutu dan keamanan pangan
  5. Peningkatan penganekaragaman konsumsi pangan, untuk mengurangi ketergantungan terhadap konsumsi beras
  6. Peningkatan kelembagaan kelompok tani sebagai pelaku utama dan  pelaku usaha
  7. Peningkatan kapasitas dan kompetensi tenaga penyuluh.

Ketahanan Pangan adalah kondisi terpenuhinya kebutuhan pangan bagi negara sampai dengan perseorangan, yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup baik jumlah maupun mutunya aman beragam bergizi merata dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan dan budaya masyarakat untuk hidup sehat aktif produktif secara berkelanjutan (undang-undang nomor 18 tahun 2013 tentang pangan).

Faktor utama  yang mempengaruhi terwujudnya ketahanan pangan adalah :

  1. Kedaulatan pangan yaitu  hak negara dan bangsa untuk melakukan kebijakan pangan secara mandiri untuk menjamin  hak atas pangan bagi rakyat
  2. Kemandirian Pangan yaitu Kemampuan negara dan bangsa dalam Memproduksi Pangan yang beraneka ragam dari dalam negeri yang menjamin kebutuhan pangan yang cukup sampai tingkat perseorangan

Ruang lingkup penyelenggaraan ketahanan pangan meliputi 3 aspek yaitu :

  1. Aspek Produksi / ketersediaan pangan
  2. Aspek distribusi pangan
  3. Aspek konsumsi pangan

Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten Boyolali menetapkan sasaran strategis yang ingin dicapai  :

  1. Terpenuhinya kecukupan pangan yang bermutu aman dan terjangkau
  2. Meningkatnya efisiensi dan efektifitas distribusi pangan
  3. Meningkatnya akses masyarakat terhadap kebutuhan teknologi pangan dan pemanfaatanya
  4. Meningkatnya produksi, produktivitas dan daya saing komoditas pertanian dan bahan pangan.

Data dan informasi  pangan dan pertanian bersifat parsial terbatas,  konvensional, masing masing kelembagaan mempunyai metoda dan kebutuhan informasi yang berbeda,  tersedia pada waktu yang tidak bersamaan dan informasi belum terbuka bagi masyarakat. Data produksi pertanian, kebutuhan pangan, harga komoditas strategis dan ketersediaan energi dan protein  tahun 2015  dapat dilihat pada tabel  berikut ini:
  


Dari data tersebut menunjukkan bahwa di Kabupaten Boyolali untuk komoditas beras jagung cabe merah daging dan susu mengalami surplus yang cukup tinggi, tetapi komoditas tersebut harganya masih berfluktuasi dan selalu merugikan petani dan konsumen.

2 comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *