JAHE, Minuman Surga Kaya Manfaat

Di musim penghujan seperti saat ini terasa tidak lengkap jika tidak minum jahe sebagai penghangat tubuh, meningkatkan kebugaran dan vitalitas dengan rasa dominan pedas yang disebabkan senyawa keton bernama zingeron. Ada beberapa brand minuman berbahan jahe. Sebut saja ESTEMEJE (Susu Telur Madu Jahe), Kopi Susu Jahe, Jahe Wangi atau minum lain yang berbahan utama produk jahe.

Jahe (Zingiber officinale) sebagai salah bahan herbal terkenal tersebut, ternyata sudah ada sejak era Muhammad Saw. Pada waktu itu Rasulullah mendapat hadiah dari Raja Romawi satu karung jahe. Selanjutnya jahe tersebut dibagikan kepada sahabat-sahabat beliau seperti yang diriwayatkan Abu Na’im dalam kitab Ath Thibb An – Nawawi dari hadits Abu Said Al Khudri. Selanjutnya Rosul membagikan kepada setiap orang satu potong untuk dimakan dan beliaupun ikut menikmati hadiah tersebut.

Jahe diperkirakan berasal dari India. Namun ada pula yang mempercayai jahe berasal dari China Selatan. Dari India, jahe dibawa sebagai rempah perdagangan hingga Asia Selatan, China,Jepang hingga Timur Tengah. Kemudian di jaman kolonialisme, jahe yang bisa memberikan rasa hangat dan pedas pada makanan segera menjadi komoditas yang populer di Eropa.

Desa
Rempah

Memang benar adanya jika menyebut Boyolali identik dengan sapi perah. Namun dibalik kepopuleran tersebut, ternyata juga dikenal sebagai penghasil rempah, khususnya jahe emprit. Maka tidak mengherankan pada hari Jumat tanggal 28 November 2014 lalu, Bupati Boyolali berkenan mencanangkan Desa Gladagsari dan Kaligentong Kecamatan Ampel sebagai Desa Rempah dan Wisata bertempat di Balai Desa Gladagsari. Kedua desa tersebut diharapkan dalam perkembangannya,kembali berkibar dengan komoditas rempah jahe. Tentunya untuk menuju ke arah tersebut, diperlukan dukungan pelbagai pihak sehingga mampu mengemas dan menampilkan Gladagsari dan Kaligentong layak dan patut dikunjungi banyak wisatawan bukan hanya domestik melainkan manca negara. Selain dapat menikmati indahnya panorama alam pedesaan juga dapat menikmati hangatnya produk minuman dan makanan yang berbahan baku jahe.

Pencanangan Desa Gladagsari dan Kaligentong tersebut bukan tanpa alasan. Karena beberapa prestasi yang pernah diraih desa baik di tingkat provinsi bahkan hingga di level nasional sehingga sudah sepantasnya desa di lereng gunung Merapi ini mengembangkan diri lebih jauh lagi.

Minuman Surga

Menurut tafsir Al – Muyassar dalam Syaamil Al – Qur’an The Miracle 15 in 1 pada Qur’an Surat 76 : Al – Inssan ayat 17 – 18, “Di dalam surga itu mereka (orang-orang mulia) diberi minum segelas (minuman) yang bercampuran jahe. Mereka meminumnya dari mata air surga yang bernama Salsabila”. Keutamaan jahe ini adalah manfatnya untuk kesehatan. Selain dapat digunakan sebagai penghangat tubuh pada cuaca yang dingin atau sedang musim hujan seperti saat ini, ternyata jahe juga dapat melancarkan peredaran darah. Gingerol dalam jahe yang bersifat antikoagulan yang akan mencegah terjadinya penggumpalan darah. Dengan mencegah penyumbatan di pembuluh darah yang merupakan penyebab utama penyakit stroke dan juga serangan jantung. Selain itu gingerol dapat pula berfungsi mengurangi demam dan batuk. Mengkonsumsi jahe berarti dapat pula menekan dan mengurangi efek samping penggunaan obat-obatan kimiawi.

Dalam sebuah studi lain menunjukkan bahwa jahe dapat menghentikan prostaglandin yang merupakan salah satu faktor penyebab sakit kepala. Dengan demikian, jahe dapat pula digunakan untuk mengurangi migrain atau sakit kepala sebelah. Gingerol tersebut juga bersifat anti inflamasi atau peradangan. Nah jika kita membutuhkan dan mencari obat anti peradangan pastikan obatnya yang mengandung gingerol.

Bagi anda yang mempunyai masalah dengan tingginya tekanan darah (hipertensi), maka jahe dapat pula menjadi solusi untuk menurunkan tekanan darah. Rempah yang satu ini ternyata juga dapat merangsang pelepasan hormon adrenalin dan memperlebar pembuluh darah. Akibatnya darah akan mengalir lebih lancar dan cepat. Secara tidak langsung juga dapat meringankan kerja jantung dalam memompa darah.

Di China, jahe dicampur dengan gula merah dalam teh, banyak dikonsumsi untuk mengurangi kram pada saat datang bulan. Jahe mengandung antioksidan yang mampu mengatasi efek merusak karena disebabkan oleh radikal bebas dalam tubuh. Antioksidan yang ada juga dapat membantu meredam perkembangan sel-sel kanker dalam tubuh. Pada sejumlah studi mengungkapkan, khasiat ekstrak jahe dapat untuk memerangi beragam jenis kanker seperti kanker ovarium dan kanker usus.

Khasiat lain adalah bermanfaat bagi penderita arthritis dan osteoarthritis. Kandungan pada jahe sudah diyakini mengandung komponen yang dapat menghambat COX, yang berupa satu bahan kimia tubuh yang bertanggung jawab tentang timbulnya peradangan. Obat resep (kimia) biasanya memiliki efek samping yang dapat merugikan tubuh. Sedang jahe sebagai salah satu obat herbal alami dapat memiliki khasiat yang serupa tanpa efek samping.

Tiga Jenis Jahe

Jahe sebagai rempah memiliki beberapa jenis yang dibedakan berdasarkan ukuran, bentuk dan warna rimpangnya. Karena dengan mengenal jenisnya kita dapat mengambil manfaat yang ada. Adapun ketiga jenis jahe tersebut antara lain :

1.    Jahe Putih atau Jahe Kuning Besar

Jahe putih atau jahe kuning besar sering banyak menyebutnya sebagai jahe gajah atau jahe badak. Di Bengkulu, jenis jahe ini dikenal sebagai jahe kombongan. Rimpangnya besar dan gemuk, ruas rimpang lebih menggembung dibanding varietas lainnya. Jahe besar berwarna kuning muda sedikit seratnya dan teksturnya lembut. Memiliki aroma tajam dan rasanya kurang pedas. Jahe jenis ini mengandung minyak atsiri 0,82% – 1,68% dihitung atas dasar berat kering. Jenis jahe ini biasanya dikonsumsi baik saat masih muda maupun setelah tua. Biasanya dimanfaatkan dalam bentuk jahe segar atau jahe olahan.

2. Jahe Putih atau Jahe Kuning Kecil

Jahe kuning kecil ini disebut pula jahe sentil atau jahe emprit. Ruang rimpangnya kecil, agak rata sampai agak menggembung. Bentuk agak pipih, berwarna putih, seratnya lembut dan aroma tidak tajam. Jahe jenis ini bisa dipanen pada umur tua. Kandungan minyak atsirinya lebih tinggi dibanding jahe gajah sehingga rasanya lebih pedas dan seratnya lebih tinggi. Jahe jenis ini cocok untuk ramuan obat-obatan atau untuk diekstrak menjadi oleoresin atau minyak atsiri.

3.    Jahe Merah

Jahe merah rimpangnya berwarna merah dan lebih kecil dari jahe emprit. Jahe merah ini selalu dipanen setelah berumur tua. Rimpangnya paling kecil dibanding kedua klon jahe lainnya. Warna merah hingga jingga muda, berserat kasar dan beraroma tajam dan rasa sangat tajam. Varietas jahe ini memiliki kandungan minyak atsiri paling tinggi sehingga cocok untuk ramuan obat-obatan. Jahe merah banyak dipilih karena memberikan rasa pahit dan pedas lebih tinggi dibanding jenis jahe lainnya.

Bahkan kini marak warga masyarakat yang mengembangkan komoditas jahe yang diusahakan secara organik seperti adanya komunitas Asosiasi Petani Jahe Organik. Kebutuhan jahe dalam negeri setiap minggu rata-rata 3,5 gram per orang, 20% kebutuhannya untuk bahan rempah-rempah sehingga konsumsi dalam negeri mencapai 12.000 ton per tahun. Ada sekitar 300 pabrik jamu tradisional yang membutuhkan jahe sebagai bahan baku. Jahe yang berkualitas banyak diekspor sehingga perusahaan jamu dalam negeri pun harus mengimpornya.Kenyataan ini kedengarannya aneh.

Jahe sebagai komoditas rempah ini ternyata bukan hanya menjadi komoditas yang dibutuhkan semua orang di atas dunia ini tetapi akan dapat dijumpai kelak di taman surga seperti yang tercantum dalam Qur’an Surat 76 ayat 17 – 18 sebagai balasan Allah Swt atas hamba-hamba-Nya yang bertaqwa. 

Ir Sutiyo Purwono

 Penyuluh Pertanian Madya

Sumber
:

Murhananto, Paimin, F.B., 1999. Budidaya, Pengolahan,
Perdagangan JAHE, PT Penebar Swadaya, Jakarta.

Syaamil Al – Qur’an, 2009. The Miracle 15 to 1, Surat Al – Insaan 76 : 17 – 18, PT Sygma Examedia Arkanleema, Bandung, Hal. 1156

Kisah Hikmah, 2014. Mengenal Manfaat Minuman Surga, Tabloid Hikmah Edisi 189 Minggu III – IV Oktober 2014 Hal. 30

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *