PENINGKATAN KAPASITAS BP3K

 

Seluruh pemangku kepentingan dalam pembangunan pertanian pasti telah mengenal BP3K (Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan) yang peran strategis dalam menentukan keberhasilan pembangunan pertanian di lapangan. 

BP3K diharapkan bisa berfungsi sebagai Pos Simpul Koordinasi dan Sinkronisasi Program serta Pelaksanaan Kegiatan Pembangunan Pertanian sekaligus sebagai Pusat Data dan Informasi Pertanian di Kecamatan untuk mendukung Peningkatan Produksi Pangan Strategis Nasional.

Di Kabupaten Boyolali, semua Kecamatan telah memiliki BP3K dan 12 BP3K diantaranya telah memiliki gedung sendiri. Oleh karena itu melalui DAK bidang pertanian, secara bertahap dibangun gedung BP3K agar BP3K memiliki sarana pendukung memadai dalam menjalankan misinya. Sampai saat ini Kementan secara konsisten tetap memfasilitasi kegiatan peningkatan kapasitas BP3K sebagai kelembagaan penyuluhan pertanian terdepan di tingkat Kecamatan. Tahun 2016, 8 (delapan) BP3K memperoleh fasilitasi dimaksud, diantaranya adalah  BP3K Ampel, Boyolali, Mojosongo, Teras, Ngemplak, Simo, Karanggede dan Wonosegoro.

Dukungan kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan di 8 BP3K tersebut, berupa :

  1. Administrasi Kegiatan di BP3K; 
  2. Pengolahan Database melalui Sistem Manajemen Informasi Penyuluhan Pertanian (SMIPP); 
  3. Temu Teknis Penyuluhan di Kecamatan; 
  4. Rembug Tani Tingkat BP3K; 
  5. KursusTani;
  6. Hari Lapang Petani (Farmers Field Day);
  7. Latihan dan Kunjungan; 
  8. Monitoring dan Evaluasi; 
  9. Penumbuhan dan Penilaian Kelas Kemampuan Kelompok Tani ;
  10. Pembuatan Media Penyuluhan Spesifik Lokasi.

Melalui Peningkatan Kapasitas BP3K diharapkan dapat mendukung tercapainya percepatan produksi pangan strategis nasional. Selaian kegiatan-kegiatan tersebut, secara terpadu dan berjenjang juga dilaksanakan peningkatan kapasitas pimpinan BP3K, jajaran penyuluh di BP3K melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepemimpinan BP3K oleh BPPSDMP Kementan serta diharapkan ada dukungan prasana, sarana dan pembiayaan yang memadai. 

Dengan demikian BP3K mampu mewujudkan perannya sebagai Pos Simpul Koordinasi dan Sinkronisasi Program serta PelaksanaanKegiatan Pembangunan Pertanian sekaligus sebagai Pusat Data dan Informasi Pertanian di Kecamatan. 

Untuk mencapai kapasitas BP3K tersebut, diperlukan pengembangan kapasitas BP3K secara bertahap dalam jangka panjang, sehingga BP3K memiliki kemampuan sebagai berikut:

  •  Menyediakan data dan informasi pertanian yang terkini sesuai dengan kebutuhan perencanan pembangunan pertanian di wilayah kerja BP3K;
  • Menetapkan sasaran areal dan produksi pangan strategis nasional yang terinci per Wilayah Kerja Penyuluhan Pertanian (WKPP) sesuai dengan kesepakatan yang ditetapkan oleh kabupaten sekaligus sebagai indikator kinerja penyuluh;
  • Memfasilitasi poktan dalam penyusunan RDK/RDKK sesuai dengan sasaran
    yang sudah ditetapkan dalam butir 1 dan kesepakatan poktan;
  • Mempercepat penerapan teknologi spesifik lokasi;
  • Mewujudkan BP3K sebagai organisasi pembelajar melalui aktivasi sistem kerja LAKUSUSI (Latihan Kunjungan dan Supervisi);
  • Mengembangkan kepemimpinan, manajerial, dan kewirausahaan BP3K dalam membangun kerjasama kemitraan agri bisnis dari hulu sampai hilir; dan
  • Memonitor, mengevaluasi dan mengendalikan pelaksanaan kegiatan penyuluhan di wilayah kerja BP3K.

Para pemangku kepentingan pembangunan pertanian di Kecamatan, diharapkan dapat memanfaatkan keberadaan BP3K di seluruh Kecamatan dan tentunya bekerja berssama membangun pertanian untuk meningkatkan kemandirian pangan dan kesejahteraan.

 

Ir. Wiji handayani

Penyuluh Pertanian Madya

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *