TERNYATA BUAH PISANG “MATENG UWIT” LEBIH OKE DARIPADA “MATENG IMBON”

Benarkah pisang masak pohon (mateng uwit, jw) lebih enak dari pada pisang yang tidak masak pohon (mateng imbon, jw)? . Ada 2 kemungkinan jawaban, ya bagi yang memiliki selera rasa peka dan tidak jika memang tidak bisa membedakan keduanya. Namun yang pasti, pisang masak pohon lebih baik dari pada yang bukan masak pohon.

Buah pisang, selain mengandung karbohidrat dalam jumlah tinggi juga mengandung Kalium (bagus untuk  penderita darah tinggi), Vitamin C untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan vitamin E yang berperan dalam mengendalikan penuaan.

Diantara pisang masak pohon dan bukan, kandungan karbohidrat, protein dan vitamin nilainya tidak banyak berbeda. Toh sebenarnya berbedapun orang tidak tahu dan tidak mempermasalahkan, kecuali kalau memotong pisangnya terlalu muda sehingga fruktosa yang dihasilkan dari penguraian sukrosa tidak optimal dan rasanya kurang manis.

Namun kandungan gisi yang lain, yaitu unsur Kalium, vitamin C, dan vitamin E, perbedaan antara pisang yang dipanen sebelum masak dengan setelah masak sangat mencolok. Sebagai salah satu unsur hara esensial, Kalium mempunyai sifat yang unik. Unsur ini sangat penting diperlukan tanaman untuk metabolisme karbohidrat dan membentuk jaringan, tetapi bila jaringannya telah tua, unsur ini akan tertinggal di jaringan itu. Pada waktu belum masak, Kalium masih aktif melakukan metabolisme karbohidrat sehingga dia sendiri metabolismenya di dalam jaringan buah belum matang. Apabila dipanen pada kondisi ini, maka struktur kimianya dalam jaringan buah belum mantap, dengan kata lain kandungannya lebih sedikit dan struktur kimianya masih labil. Namun bila dipanen setelah buah masak, kendungannya telah  banyak dan struktur kimianya telah mapan. Akibatnya, bila kita mengkonsumsi pisang mateng imbon, salah satu keuntungan dari makan pisang tidak kita peroleh secara lengkap adalah berkurangnya manfaat pisang untuk mengurangi tekanan darah tinggi.

Demikian pula vitamin C yang penting untuk menambah daya tahan tubuh dan vitamin E yang membantu mengendalikan penuaan, pada waktu buah belum masak masih belum mantap, sehingga kandungannya bisa lebih rendah, karena bukan tidak mungkin dalam keadaan struktur kimia belum mapan ini mereka justru terurai selama proses pemasakan.

Jadi kalau ingin memperoleh manfaat terbaik dari buah pisang, sebaiknya kita konsumsi buah pisang yang masak pohon, kecuali ada pertimbangan lain yang berkaitan dengan transportasi dan pemasaran buah, apa boleh buat pisang “imbon”pun tidak masalah.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *