KEMASAN PANGAN, TIDAK BOLEH ASAL-ASALAN (bagian pertama)

Saat ini, olahan pangan, termasuk menggunakan bahan pangan lokal terus berkembang. Selain merupakan usaha diversifikasi olahan, kegiatan ini dapat memberi dampak ekonomi yang cukup besar bagi masyarakat, termasuk Kelompok Wanita Tani. 

Salah satu persoalan yang sering dihadapi adalah kurangnya pemahaman mengenai kemasan olahan pangan. Oleh karena itu perlu diberikan informasi mendasar mengenai kemasan pangan. Pengemasan merupakan faktor penting dalam upaya meminimalkan proses penurunan  mutu suatu produk.

Pada prinsipnya, fungsi utama kemasan adalah sebagai wadah, namun demikian sebenarnya fungsi utama kemasan adalah untuk mengendalikan interaksi antara bahan pangan dengan lingkungan eksternal agar kualitas bahan pangan dapat dijaga. Dengan demikian, perhatian pertama yang harus diberikan dalam melakukan pengemasan adalah memilih jenis kemasan yang sesuai dengan bahan yang dikemas.

Kita masih sering melihat kemasan dengan menggunakan koran bekas, sementara bahan yang dikemas adalah olahan pangan yang berminyak. duh….bisa-bisa kita makan criping pisang atau criping singkong dengan sedikit tinta koran.

 

YUK KENALI SELUK BELUK KEMASAN

Pada awalnya, kemasan hanya berfungsi untuk melindungi barang dan atau mempermudah barang untuk di bawa, namun seiring dengan perkembangan yang terjadi, nilai fungsional kemasan, termasuk dalam pemasaran mulai diakui.

Kemasan dapat didefinisikan sebagai seluruh kegiatan merancang dan memproduksi wadah atau bungkus atau kemasan suatu produk. Kemasan juga dapat diartikan sebagai wadah atau pembungkus yang berguna untuk mencegah atau mengurangi terjadinya kerusakan- kerusakan pada bahan yang dikemas atau yang dibungkusnya. Kemasan meliputi tiga hal, yaitu merek, kemasan itu sendiri dan label.

Beberapa alasan melakukan pengemasan, antara lain:

(1). Kemasan memenuhi syarat keamanan dan kemanfaatan. Kemasan melindungi produk dalam perjalanannya dari produsen ke konsumen.Produk-produk yang dikemas biasanya lebih bersih, menarik dan tahan terhadap kerusakan yang disebabkan oleh cuaca. (2). Kemasan dapat melaksanakan program pemasaran. Melalui kemasan identifikasi produk menjadi lebih efektif dan dengan sendirinya mencegah pertukaran oleh produk pesaing. Kemasan merupakan satu-satunya cara perusahaan membedakan produknya. (3). Kemasan merupakan suatu cara untuk meningkatkan laba perusahaan. Oleh karena itu perusahaan harus membuat kemasan semenarik mungkin. Dengan kemasan yang sangat menarik diharapkan dapat memikat dan menarik perhatian konsumen.

Bahan kemasan yang digunakan bervariasi dari bahan kertas, plastik, kayu, logam, fiber hingga bahan-bahan yang dilaminasi. Bentuk dan teknologi kemasan juga bervariasi dari kemasan berbentuk kubus, limas, tetrapak, corrugated box, kemasan tabung hingga kemasan aktif dan pintar (active and intelligent packaging) yang dapat menyesuaikan kondisi lingkungan di dalam kemasan dengan kebutuhan produk yang dikemas. produk dalam kantong plastik, dibalut dengan daun pisang, sekarang juga sudah berkembang sampai dalam bentuk botol dan kemasan yang cantik.

Secara umum fungsi kemasan adalah :

  • Melindungi dan mengawetkan produk, seperti melindungi dari sinar ultraviolet, panas, kelembaban udara, oksigen, benturan, kontaminasi dari kotoran dan mikroba yang dapat merusak dan menurunkan mutu produk.
  • Sebagai identitas produk, dalam hal ini kemasan dapat digunakan sebagai alat komunikasi dan informasi kepada konsumen melalui label yang terdapat pada kemasan.
  • Meningkatkan efisiensi, seperti: memudahkan penghitungan, memudahkan pengiriman dan penyimpanan.
  • Kemasan juga dapat berfungsi sebagai media komunikasi suatu citra tertentu. Dari kemasan orang sudah dapat mengenali rasanya, walaupun tidak ada pesan apa-apa yang ditulis pada bungkus tersebut, tapi kemasannya mengkomunikasikan suatu citra yang baik.

(bersambung) 

¬† 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *