Membangun Kelembagaan Petani yang Bankable dalam Mendukung Swasembada Daging

Pembinaan kelembagaan petani dilaksanakan dengan pendekatan kelompok sehingga dapat meningkatkan efisiensi penyelenggaraan penyuluhan. Selain itu pendekatan kelompok juga diarahkan sebagai langkah mendorong kelompoktani, gabungan kelompoktani tumbuh dan berkembang menjadi kelembagaan petani yang mampu menerapkan sistem agribisnis dalam usahataninya. Dengan demikian mampu menjalankan fungsinya dan meningkatkan kapasitasnya melalui pengembangan kerja sama dalam bentuk jejaring dan kemitraan. Kondisi yang berkembang saat ini masih banyak dijumpai kelembagaan petani yang belum memiliki kekuatan hukum sehingga posisi tawarnya rendah. Hal ini menyebabkan belum optimalnya pelaksanaan kemitraan usahataninya. Bagi kelompok tani yang berhasil dalam mengembangkan usahanya dapat ditingkatkan kemampuan dan kapasitasnya menjadi kelembagaan petani yang bankable. Asosiasi Peternak Sapi Boyolali (ASPIN) dibentuk sebagai wadah berkiprahnya kelompok tani ternak untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan dan kesejahteraan serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup. Pada akhirnya akan menjadi kelembagaan petani yang bankable dan mampu mendukung program swasembada daging.

Kata kunci : kelembagaan petani, asosiasi

Selengkapnya unduh disini http://bit.ly/2dFX7o9

Sutiyo Purwono, Penyuluh Pertanian Madya, sutiyopurwono@gmail.comĀ 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *