Stok Lumbung Kabupaten Boyolali

Keberadaan Lumbung di Perdesaan tidak semata-mata menyediakan cadangan pangan ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, namun diharapkan dapat memperkokoh ketahanan pangan masyarakat.

Pada saat ini masih ditemukan adanya desa dengan ketahanan pangan yang kurang kokoh, padahal mereka memiliki potensi pertanian yang cukup besar. Akibatnya, setiap terjadi ancaman yang berpotensi menjadi bencana, masyarakat tidak memiliki stok bahan pangan. Hal ini memungkinkan munculnya ancaman-ancaman lain seperti kelaparan dan gangguan kesehatan lain karena kurangnya asupan makanan. Disamping itu, bila merujuk kepada konsep pengurangan resiko bencana, bahwa peningkatan status ancaman menjadi bencana dilihat dari tingkat kerentanan masyarakat, bukan sekedar persoalan jauh dekat dengan sumber ancaman, namun juga dilihat dari sisi sejauh mana kesiapan masyarakat dalam mempertahankan hidup ketika menghadapi situasi yang kurang menguntungkan, situasi dimana keadaan tidak memungkin untuk mendapatkan kebutuhan pangan dan pelayanan kesehatan dalam waktu cepat karena terputusnya aksesibilitas.

Oleh karena itu, sikap -sikap reaktif terhadap ancaman bencana harus mulai digantikan dengan mengembangkan kemandirian dan langkah-langkah preventif. Lumbung pangan sebenarnya merupakan kearifan yang diwariskan leluhur dalam mensikapi keadaan yang tidak diinginkan, karenanya hal ini perlu terus didorong dan dilestarikan.

Sejalan dengan hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Boyolali melalui Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan telah memfasilitasi pembentukan Lumbung Pangan Masyarakat Desa. Selain itu, juga dikelola cadangan pangan daerah dan hingga saat ini, keseluruhan cadangan pangan yang tersedia mendekati 125 ton (gabah).stok terperinci lihat disini  http://bit.ly/2cY816t

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *