Boyolali Cetak REKOR MURI Dalam Rangka Memeriahkan Hari Pangan Sedunia Ke-36

Sejak dahulu Kabupaten Boyolali terkenal dengan banyaknya potensi di bidang pangan, terutama susu dan daging sapi yang telah dikenal diberbagai daerah. Selain produk yang dihasilkan oleh ternak tersebut, ternyata Boyolali merupakan salah satu Kabupaten di Jawa Tengah yang mengalami surplus hasil pertanian berupa jagung. Produksi jagung di Kabupaten Boyolali pada Tahun 2015 sebanyak 109.431 ton (BPS, 2016). Jagung merupakan salah satu bahan pangan yang kaya kandungan gizi yang sangat dibutuhkan manusia antara lain (setiap 100 gram) yaitu :

– Energi (86 kcal)
– Karbohidrat (18,7 gram)
– Lemak (1,35 gram)
– Protein (3,27 gram)

(sumber : Data Nutrisi USDA, 2016) .

Banyaknya hasil jagung di Kabupaten Boyolali menjadi sumber inspirasi yang berkaitan dengan digelarnya event Hari Pangan Sedunia ke 36 di mana Kabupaten Boyolali pada tahun ini terpilih menjadi tuan rumah. Untuk memeriahkan hari pangan tersebut Kabupaten Boyolali ingin memecahkan rekor MURI baru untuk dua rekor yang diciptakan :

1. Menara Jagung Tertingi

Menara Jagung setinggi 15 meter dengan diameter 3 meter telah dibuat didekat patung ikon Kota Boyolali yaitu Patung Sapi Ndekem. Masyarakat sekitar menyebutnya Jagung Raksasa. Menara Jagung yang merupakan ikon baru Kota Boyolali dalam menyambut Hari Pangan sedunia itu membutuhkan kurang lebih 18.000 buah jagung kering varietas Jagung BISI-1 yang telah dikeringkan selama satu tahun sehingga bisa tahan lama. Pembuatan Menara Jagung tersebut membutuhkan waktu sekitar 3 hari dengan menggunakan derek agar pemasangannya rapi.
     

2.  Diversifikasi Olahan Jagung 

Upaya pengolahan jagung di Kabupaten Boyolali selama ini banyak dilakukan, antara lain dengan adanya sentra industri marning jagung yang merupakan salah satu oleh-oleh khas Boyolali. Meski demikian, perkembangan teknologi dan inovasi pengolahan jagung relatif lambat dari tahun ke tahun. Lambatnya diversifikasi olahan jagung ini, membuat masyarakat kurang terbiasa menggunakan jagung untuk berbagai macam olahan panganan.

Bertepatan dengan momentum peringatan Hari Pangan Sedunia XXVI tahun 2016 yang diselenggarakan di Boyolali, Pemerintah Kota Boyolali berusaha memecahkan permasalahan diversifikasi jagung tersebut. Pemerintah Kabupaten Boyolali melalui Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan bekerjasama dengan BRI cabang Boyolali akan menyelenggarakan kegiatan Pemecahan Rekor MURI Diversifikasi Jagung (Olahan Jagung Terbanyak), sebanyak kurang lebih 300 jenis olahan. Selain untuk memecahkan rekor MURI bersamaan dengan Menara Jagung tertinggi, diharapkan masyarakat Boyolali kedepannya lebih banyak memiliki inovasi-inovasi dalam mengolah bahan pangan yang melimpah tersebut. 

One comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *