Presiden janji terapkan teknologi Jarwo Super di Indonesia

Pada peringatan Hari Pangan se Dunia yang diselenggarakan di Boyolali tanggal 28 s/d 30 Oktober 2016, Presiden Jokowi bersama Ibu Negara dan para menteri melakukan panen padi masal di Desa Trayu dan Tanjungsari, Kecamatan Banyudono. Walaupun sebelumnya padi di area panen tersebut sebagian sempat roboh karena beberapa hari belakangan di landa cuaca ekstrem. Dari keseluruhan luas sawah yang mencapai 100 hektare, sekitar satu patok sawah yang padinya roboh terkena angin.

Padi yang ditanam menggunakan teknologi baru sistem Jarwo Super (Jajar Legowo Super) diperkirakan mampu meningkatkan produktivitas padi hingga 50 persen.  Dari total luas sawah di desa Trayu dan Tanjungsari, ditargetkan hasil panen bisa mencapai 9 s/d 10 ton per hektare.

Acara panen padi bersama Presiden menggunakan mesin Combine Harvester yang sebelumnya telah disiapkan untuk menyambut panen raya tersebut. Sedangkan bibit padi merupakan produk dari Litbang Kementrian Pertanian yakni jenis padi Inpari 33 yang mampu menghasilkan gabah kering hingga dua kali lipat. Dalam acara panen raya itu, Presdien berjanji akan menerapkan teknologi padi Jarwo Super di seluruh wilayah Indonesia untuk meningkatkan produksi beras dalam negeri.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *