Jangan Gunakan Formalin untuk Pengawetan Pangan

Penggunaan bahan terlarang untuk mengawetkan produk pangan sampai hari ini masih banyak dijumpai dan salah satu adalah penggunaan formalin untuk memperpanjang umur simpan tahu, ikan serta daging segar.

Formalin memang terbukti mampu memperpanjang umur simpan bahan pangan seperti tahu dan daging ayam segar, bahkan hingga 3X masa simpan bahan segar tanpa formalin, namun harus diingat bahwa formalin dilarang untuk digunakan dalam makanan maupun minuman.

Perlu diketahui, formalin adalah larutan 30 s/d 40% formaldehid dalam air dan biasanya digunakan sebagai antiseptik guna membunuh bakteri dan kapang, terutama untuk mensucihamakan peralatan kedokteran, dan mengawetkan spesimen biologi, termasuk mayat manusia.  Formalin sendiri memiliki sifat karsinogenik yang berarti senyawa yang dapat menyebabkan timbulnya kanker. Karena itu, bagi produsen tahu misalnya perlu diingatkan untuk tidak menggunakan formalin dan bagi konsumen, perlu berhati-hati dalam memilih bahan makanan yang akan dikonsumsi.

Umumnya tahu berformalin akan berbau seperti obat, kenyal dan agak keras jika ditekan dengan jari, serta awet. Sementara tahu segar biasanya memiliki aroma sedikit kecut (maklum dalam pembuatan menggunakan asam tahu/batu tahu), mudah hancur jika ditekan dengan jari serta tidak tahan lama.

Kalau ingin awet, dapat dilakukan dengan pengasapan (24 jam), atau direndam dalam larutan garam 4% yang diasamkan dengan asam cuka dan tahu akan tahan simpan hingga 5 hari.

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *